Pertemuan ke 3 dengan pak MRG

udah masuk ke Minggu ke 3 aja Ya.. Gak berasa..seperti biasa,gue selalu nungguin matkul  ke 2,yap! Ilmu pengantar komunikasi.. pak MRG! ^.^ .setiap masuk kuliah jadi kebawa semangat kalau ketemu dosen yang satu ini.

Hari ini, kita mereview pertemuan sebelumnya dan membahas soal materi baru..apa aja materi baru itu?baca ke bawah yukkk..

Judulnya sih hari ini tentang “Prespektif Teori Komunikasi” tapi kan teori itu udah di bahas dari Post sebelumnya.. jadi hari ini buat jelasin teori lain yang dibahas pada pertemuan ke 3.

Komunikasi memiliki dua jenis dalam bentuk penyampaiannya, yakni verbal dan non verbal.gue jelasin satu-satu Yaaa..

Kalau Verbal itu komunikasi yang dilakukan melalui lisan dan tulisan secara sadar dilakukan oleh manusia untuk behubungan dengan manusia lain..jadi kayak ngobrol sama pacar,sms-an,bbm-an,telepon-an,dan sebagainya.itu adalah contoh komunikasi verbal baik secara langsung atau Gag langsung.

sedangkan non verbal itu komunikasi yang dilakukan melalui simbol atau bahasa tubuh dapat dilakukan secara sadar maupun tidak sadar(refleks).itu tuh contohnya kayak saling bertatapan antar laki-laki dan perempuan,dan hanya mereka yang mengerti apa arti dari tatapan itu *cieee .trus bisa juga kalau kita lagi kesel,tapi cuma cemberut ngambek Ihi-ihi …pasti orang lain pasti tau apa yang kita rasakan :’)

Membahas tentang dua jenis komunikasi tadi , ada teorinya juga Lohh.. namanya teori interaksi simbolik..apa sih itu?

interaksi simbolik itu turunan teori dalam cara menyampaikan maksud dan tujuan dari komunikator kepada komunikan. Lebih tepatnya Interaksi Simbolik yakni adalah suatu aktivitas yang merupakan ciri khas manusia yakni komunikasi atau pertukaran simbol yang diberi makna (Mulyana, 2003: 59). Semua interaksi antar individu manusia melibatkan suatu pertukaran simbol. Ketika kita berinteraksi dengan yang lainnya, kita secara konstan mencari “petunjuk” mengenai tipe perilaku apakah yang cocok dalam konteks itu dan mengenai bagaimana menginterpretasikan apa yang dimaksudkan oleh orang lain. Interaksionisme simbolik, mengarahkan perhatian kita pada interaksi antar individu, dan bagaiman hal ini dipergunakan untuk mengerti apa yang orang lain katakan dan lakukan kepada kita sebagai individu (Soeprapto, 2002: 71).

Teori ini awalnya  di kembangkan sama George Herbert Mead.teori ini mewarisi tradisi dan posisi intelektual yang berkembang di abad 19 tepatnya di Eropa,kemudian menyebrang ke Amerika terutama Chicago.tapi orang2 lebih mengenal teori ini sebagai lingkup sosiologi interpretatif yang berada di bawah payung teori tindakan sosial (action theory) yang dikemukakan oleh filosof dan sekaligus sosiolog besar Max Weber (1864 – 1920).

Dalam perkembangan selanjutnya teori interaksionisme simbolik ini dipengaruhi beberapa aliran di antaranya mashab Chicago, Mazhab Iowa, pendekatan dramaturgis dan etnometodologi serta banyak diilhami pandangan filsafat, khususnya pragmatisme dan behaviorisme.

Ide-ide teori ini nantinya sangat berpengaruh dalam kajian bidang ilmu komunikasi. Banyak peneliti menggunakan teori ini, seperti Gail McGregor (1995) menggunakan teori ini untuk mengkritik penggambaran gender dalam iklan. Patricia Book (1996) mempelajari pengaruh naratif dalam keluarga terhadap kemampuan seseorang untuk berkomunikasi mengenai kematian. Linda Trevino, dkk., mempelajari mengenai pilihan manajer untuk berkomunikasi tatap muka, komunikasi tertulis, dan komunikasi secara elektronik di tempat kerja dengan menggunakan kerangka teori ini. Judy Peterson dan Shannon Van Horn (2004) menemukan bahwa teori interaksi simbolik membingkai perasaan orang dewasa yang lebih tua mengenai identitas gender. Namun beberapa peneliti mengamati bahwa teori interaksi simbolik adalah sebuah komunitas teori (payung), bukan suatu teori yang sederhana.

Semua yang terjadi itu butuh proses kan… termasuk juga komunikasi.komunikasi akan berjalan jika adanya unsur-unsur terjadinya komunikasi sebagai berikut:

  1. Komunikator : seseorang yang menyampaikan suatu pesan, atau dengan kata lain pembicara(speaker).
  2. Komunikan : Seseorang yang menerima suatu pesan, dengan istilah lain pendengar.
  3. Pesan : Informasi yang disampaikan dari pembicara kepada pendengar
  4. Media : suatu penyalur pesan dari pembicara kepada pendengar.
  5. Feedback : Umpan balik dari pendengar kepada pembicara.

Dari unsur-unsur tersebut akan membentuk suatu proses komunikasi kan..semuanya saling berhubungan dan komunikasi tidak akan terjadi apabila salah satu dari unsur itu tidak ada.

Contohnya… seorang anak yang menelpon ibunya di kampung.si anak(komunikator/speaker)bilang kalau uang sakunya sudah habis(pesan)lalu pesan tersebut di kirim melewati sinyal Hp ke satelit dengan cepat (media)hanya 0,0001 sekian detik si ibu(komunikan) dapat mendengar suara anaknya yang minta uang saku.dan ibunya menjawab bahwa bapaknya belum gajian(feedback) lalu anaknya menangis…lalu ditutuplah telepon itu. :’) sedih ya..

Itu adalah contoh komunikasi antar individu.kalau komunikasi antar budaya itu apa?

Komunikasi antar budaya = komunikasi antar kelompok

Ada 3 dampak dari komunikasi antar budaya:

  1. Pembauran adat istiadat.contohnya:Seorang laki-laki Batak menikah dengan perempuan Sunda..dalam pernikahan kan tidak hanya beberapa hari, tetapi satu untuk selamanya *uhuyy .pastikan ada perbedaan antara dua sejoli itu…mulai dari kebiasaan cara berbicara,perbedaan bahasa,adat,dll. Maka budaya mereka berdua akan saling berbaur dalam keluarga itu..dan bahkan dapat menghasilkan sebuah budaya baru tetapi satu sama lain tetap memegang budayanya sendiri(akulturasi).
  2. Distorsi bahasa(penyimpangan bahasa).ceritanya ada sepasang kekasih yang sedang berkencan..cowoknya bilang”kulo tresno kaleh panjenengan dik.” Ceweknya bales”eta teh maksudna naon a?abdi teu ngarti”. *Haduhh gimana mau ngobrol kalau dua-duanya gak ngerti bahsanya.. maka mereka berdua sepakat untuk satu bahasa kalau sedang ngobrol,mereka akan berbicara pake bahasa Inggris “i Love you” “i Love you too mas” *nah, ini kan enak 😉
  3. Komunikasi yang universal.zaman sekarang kita dapat berkomunikasi Dimana aja dan lewat apa aja kan..bisa lewat facebook,twitter,dll.komunikasi universal ini sudah masuk ke kehidupan kita,contohnya anak-anak sd sekarang sudah diajarkan disekolahnya dan lancar berbicara bahasa Inggris.

Dari dampak diatas menurut gue ada baiknya dan enggaknya.. sebaiknya kita sebagai penerus bangsa yang membawa bahasa kita, bahasa Indonesia ke dunia.
Tujuan Komunikasi Antar Budaya adalah :

  • Memahami perbedaan budaya yang mempengaruhi praktik komunikasi
    • Mengkomunikasi antar orang yang berbeda budaya
    • Mengidentifikasikan kesulitan – kesulitan yang muncul dalam komunikasi
    • Membantu mengatasi masalah komunikasi yang disebabkan oleh perbedaan budaya
    • Meningkatan ketrampilan verbal dan non verbal dalam komunikasi
    • Menjadikan kita mampu berkomunikasi secara efektif

Ada beberapa alasan mengapa perlunya komunikasi antar budaya, antara lain:
a) membuka diri memperluas pergaulan;
b) meningkatkan kesadaran diri;
c) etika/etis;
d) mendorong perdamaian dan meredam konflik;
e) demografis;
f) ekonomi;
g) menghadapi teknologi komunikasi; dan
h) menghadapi era globalisasi.

Sekian pembahasan pertemuan ke 3 dengan pak MRG.Semoga bacaan ini dapat bermanfaat

See you~ c(^.^)/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s